Showing posts with label Request. Show all posts
Showing posts with label Request. Show all posts

kado ultah dari mikazu~ *kiss*

Title : Not just an Ordinary Love....... (oneshot)
Author : MeDusA a.k.a Mikazuki Mirai a.k.a Yakuza
Genre : Romance
Rating : PG
Warning : bahasa gado-gado.. hohoho *evil laugh*
Pairing : AoixKanon *cuih!*
Word Count : 1.570 words
Disclaimer : I AM A LIAR !! trust me !!
Comment : ini adalah birthday fic yang sudah amat sangat super duper telat !!



Not just an Ordinary ♥....



Malam yang dingin di pertengahan januari, seorang wanita muda dengan tergesa melangkahkan kaki berhias high-hells 5cm-nya di tengah hujan salju malam itu, barang-barang yang ia bawa ikut serta memperlambat langkahnya, setelah jalanan yang licin hampir membuat wanita muda ini terpeleset, namun senyum bahagia terlukis di wajah cantiknya. Langkahnya terhenti saat melihat iklan pada layar LCD di salah gedung pusat perbelanjaan.


“the GazettE, live in Starbucks cafe at january 19th, 10.00pm-01.00am.. don’t miss it!”


Senyumnya memudar perlahan...

“Pasti itu untuk merayakan ulang tahun Aoi kun!” jerit seorang gadis belia di sebelah wanita itu dengan histeris.

“Kita harus nonton !!” sambut teman gadis tadi tak kalah histeris. Dan mereka segera berlalu meninggalkan wanita muda yang masih menatap nanar layar LCD yang sudah di gantikan dengan Breaking News itu.

“He is a superstar..”


Ia tersenyum pilu, dan segera melanjutkan perjalanannya, namun sekarang tak lagi tergesa, seakan tak ada lagi beban di kedua tangannya yang masih penuh dengan tas-tas belanjaan.

Ponselnya berdering~

“Ya??”

“Ka-chan i’m so...”

“Wakatta Aoi..”

“Sungguh, aku tidak tau mereka akan mengadakan acara ini!!”

“I said, i understand..”

“Kanon, i’m so sorry...”

“hiks.. Don’t say that words.. hiks”

“A-are you ok, sweetheart?!”

“Y-yeah..hiks.. i’m so damn ok, have fun this night.. hiks.. bye!”

“Wait!! I promise, kita akan merayakan ulang tahun kita, hanya berdua.. trust me ...”

“Don’t ever promised the promise that you can’t make it done, Aoi... hiks.. hiks.”

“K-kanon..”

“You’ve much something to do on this lovely night.. hiks.. you know where you can find me then..hiks.. bye!”

Air matanya tak dapat lagi di bendung oleh kelopaknya, ia duduk berjongkok di tengah trotoar yang penuh dengan orang-orang yang berlalu lalang dan menatapnya heran, tapi dia tak peduli itu, bahkan air matanya makin deras seiring makin lebatnya salju yang turun. Kenapa ia harus menangis? Why she felt so lonely? She have really fall to pieces, ia bahkan tidak lagi bisa mengingat seperti apa paras pria yang sangat ia cintai. Hanya menangis yang bisa ia lakukan, ia sungguh merasa seperti salju di tengah musim semi yang siap meleleh dan menghilang kapan saja.

Ia beralih pada jam digital yang melingkar di pergelangan tangannya yang tertutup mantel. 09.50pm, hatinya begitu ngilu, tapi tak ada lagi air mata yang ingin turun, lantas ia segera melanjutkan langkahnya dengan gontai, menyusuri trotoar yang hampir tertutup salju sepenuhnya.



Hampir 5 tahun ia menjalani hidup bersama Aoi, tapi tak pernah sekalipun mereka merayakan ulang tahun mereka bersama, hanya sedikit waktu luang yang mereka habiskan bersama, seakan mereka telah membangun dinding pemisah di antara mereka, dinding pemisah yang berlapiskan rindu dan kesedihan. Dan hanya mereka sendirilah yang dapat menghancurkan dinding itu. Bahkan wanita muda ini sempat berpikir bahwa mereka memang tidak ditakdirkan untuk bersama, ironis.

Langkahnya mengantarkan wanita muda ini ke sebuah tempat, bukan ke apartemen mewah dimana ia dan Aoi tinggal, tapi ke sebuah pantai tempat ia pertama kali bertemu seorang Shiroyama Yuu yang sedang menemukan jalannya untuk menjadi seorang Aoi. Sejujurnya ia lah yang pertama kali mendengar harapan dan mimpi Aoi untuk bisa sampai seperti sekarang.

Ia duduk di tanah yang sudah tertutupi salju, hanya orang gila yang pergi ke pantai saat musim dingin, tapi memang begitulah ia sekarang. Ia duduk memeluk lutut, menyembunyikan tubuh ringkiknya di dalam mantel yang sedikit kebesaran. Dan mencoba mengingat kembali kenangan manis itu..

“Excuse me..”

“Oh! Yeah,“

“Hey, dude.. kau menghalangi objek ku.”

“Ups, sorry.. wow! Kau fotografer?!”

“N..no, Cuma hobi..”

“I see.. What is your name anyway?”

“Kanon, you?”

“I’m Yuu..but, just call me Aoi..”

“Ok Aoi, what are you doin’ here? Stare at the sunset in winter, such a hopeless man?.”

“Ahahahaha.. Yeah girl, i am the hopeless man himself who tryed to get his dreams.”

“Dreams? Kau harus tidur dulu, baru bisa bermimpi.”
The man chuckles. “What?”

“I can dreamed when i sleep, but i can dreamed without sleep too, you know!”

“Whoooaa. .then, should i question what Mr. Yuu’s dreams are?”

“Yes, please..”

“So what?!”

“Aku cinta gitar lebih dari pendidikanku.. is that weird?”

“I won’t answer that question..”

“Hahahaha.. you are so funny Ka-chan.. ehm, back to the case..aku merasa gitar sudah jadi bagian dari nyawaku, aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa membuat dunia ikut tersenyum bersamaku dan separuh nyawaku, aku ingin membuat mereka ikut merasakan indahnya hidup ini, ingin membuat mereka bisa bernyanyi bersamaku, aku ingin membuktikan kehebatan gitarku....”

“Coooooll !!”

“Terima kasih, baru kau yang berkata seperti itu, keluargaku bilang aku sudah gila...”
pemuda itu terkekeh geli. “Kau tau? Mungkin ini kedengaran mengerikan... tapi aku sungguh merasa dekat dengan mu.. entahlah..”

“I think so.. sejujurnya aku orang yang sulit bersosialisasi, entahlah, aku merasa seperti sudah lama mengenalmu.. hehehehe...”
mereka terkekeh bersama.

“Kanon Chan.. today is my birthday...” aku pemuda berambut hitam pekat itu.

“KISEKI !!” pekik kanon takjub

“Hell, you wanna kill me, huh?!”

“G-gomen.. i-i just a bit shock, really ?! oh, shit !!”
the girl grumbled on herself, membuat pemuda di dekatnya bertanya-tanya heran.

“Is there something wrong, Ka-chan?!”

“T-today is my b-birthday too...”
ujar Kanon akhirnya, walau masih dengan raut yang menyiratkan bahwa dia sedang shock berat.

“Wow! Kebetulan sekali..” pemuda itu juga ikut terkejut rupanya. “Kalu begitu.. Happy Birthday to you,..”

“Yeah, you too, tanjoubi omedeto, nee~..”
dan sekarang they both burst on laughed. “Ao- kun, shall we take a picture together!”

“Whoooaa.. that’s my pleasure your highness..”

“Klik!”

“Look, Ao-kun.. Sugoi desu yo !!”
the girl amazed

“Er~ Ka-chan.. saat aku sukses nanti, kita pasti akan bertemu lagi..”

“Tentu saja! Kau tidak boleh melupakan ku, hehehhe...” the man chuckles. “So..tidak berakhir sampai di sini saja kan ?!”

“No, Kanon, never... “


“I miss you, miss you so bad.. Yuu.. hiks”

Sunyi, bahkan deburan ombak tak mau menemaninya. Ia terlarut dalam sedihnya sendiri.



~~*~~



11.50pm, hujan salju telah mereda, begitu pula dengan kesedihan yang sedari tadi melanda wanita muda. Dan sekarang ia berdiri di tepian pantai yang airnya sedingin kulkas itu. Memandang jauh menembus pekatnya malam di pertengahan musim dingin itu.

“Sepuluh menit lagi Yuu, and now i’m standing here and waiting in the dark, this night is so damn cold, Yuu. Make me realize.. i must learn to stand up for my self. Couse i know, you can’t always be around me...” air mata kembali mengalir melewati pipi pucatnya, Kanon sungguh telah mencoba tegar selama 5 tahun ini, ia sungguh merasa jauh dengan pria yang telah memilikinya lahir dan batin itu.


Alarm ponselnya berbunyi~

12.00 am

“I hope you can hear me, Yuu..” ia menangkupkan ke dua tangannya dan memejamkan mata.. “Tuhan, aku berharap separuh nyawaku bisa terus ada di sisiku dan selalu menemaniku. Amin.”

“Now is my turn..” ujar seseorang yang sudah berdiri di sampingnya dan melakukan hal sama seperti wanita muda itu, “Tuhan, aku harap aku bisa selalu ada di sisinya, dan menjadi separuh nyawanya. Amin”


Hening....



“Y-yuu..” Kanon tak dapat menyembunyikan rasa takjubnya, karena sekarang separuh nyawanya yang hampir melayang sejak 5 tahun lalu itu sedang berdiri tepat di depannya. “You... hiks..hiks..”

Aoi menarik Kanon mendekat, menyembunyikan wanita yang ia cintai itu di balik pelukannya, berusaha membuat Kanon hangat di balik mantelnya. Seakan angin malam akan menerbangkan wanita yang sudah menjadi separuh nyawanya itu, Aoi makin mempererat pelukannya. And so does kanon. .

“Today is the day, i pray that we can break the wall that we’ve built together. I’m smal and this world’s big, but I’m not afraid of anything, and i don’t need much of anyting, i just wanna be your side. Couse i’m in love with you, my angel. There has been no one brighter than you , how am i supposed to be that king withoutyou.. you, half of soul..” pelukannya makin erat, Aoi telah mengungkapkannya, kata-kata yang ia simpan selama 5 tahun.


Simple, but he has not just an ordinary love.


“I love you Aoi, love you so very much. Couse you’re the only one i’d be with till the end. When i come undone, would you bring me back again? Back under the stars, and back into your arms, Aoi?”

“Yeah, i would..”

Aoi then place a slow yet careful kiss on Kanon’s lips and the fragile framed woman return the kiss in same pace. The kiss was so sad, so sweet yet so gentle and Aoi have to hold an urge to take his words back.. Aoi took the kiss willingly, careful not to break that tiny body in his arms. The kiss seems to forever as Kanon lean back and touch Aoi’s flawless cheek.

Simple, but they have not just an ordinary love.

The kiss ended so slowly and Kanon pat Aoi’s shoulder.

“Kau kabur, ya?!”

“Did I ?!”

“Yuu..”

“Ok ma’am.. aku kabur.. hehehe..”

“You are a bastard, Aoi!”

“Of course i’m not!! Aku hanya memenuhi janji ku, dear..”

“Huh?”

“I never promised the promise that i can’t make it done..” the man whispered in Kanon’s cold ear.

“Thanks, Yuu..” Kanon kembali memeluk Aoi, seakan tak mau lagi melepaskannya.

“No sweetheart, seharusnya akulah yang harus berterima kasih, berkat kau satu lagi mimpiku bisa terwujud..”

“What was that?!”

“Aku ingin menunjukkan bahwa aku bisa membuat dunia ikut tersenyum bersamaku dan separuh nyawaku..”

“Yuu..” the woman amazed

“What? I just...” and before he can speak much, Kanon’s lips sealed his.



For snows they have their own time....
Starting from now when 5 years have passed..
all the things we are struggling now, we will struggle again..
and we will meet the same people as we meet before...
I think, i would like to meet you again ...

~~Mikazuki Mirai~~



-----------------------------------------------------END-----------------------------------------------------





_MeDusA_ (^o^)//_



A/N: KYA KYA KYAAAAAAAAAAAAAAAA ! ! sankyuu yia medusaaaa ! XDDD diriku terkesan seperti gadis lemah dan kawaii ! padahal aselinyaaaa~ = =a . TERIMA KASIH SANGAT ! XD

FANFIC - AIshiTORA season 3 [riquested by AI]

Judul : AIshiTORA season 3
Rating : PG-17
Genre : Romance


season 1/season 2 (by hotaru)

----------------------------------------------------------------------------------

“Aiii~” seseorang menghampiriku. Teman sekelasku, namanya Kanon.

“ada apa?“ aku yang baru saja masuk kelas langsung di kejutkan oleh suaranya yang cempreng.

“liburan ini kamu mau kemana sama Tora?”

“ha? Ga tauk tuh… belom ada rencana…” yah~ memang minggu depan adalah libur musim dingin. Dan aku tidak tahu akan kemana. Apalagi pergi jalan – jalam berdua dengan Tora. Jangan harap! Tora tidak suka pergi berdua saja dan melakukan hal romantis. Walaupun kadang – kadang ia cukup romantis.

“kalo gitu gimana kalo kita jalan – jalan bareng sama cowo cowo kita?” Kanon terlihat antusias.

“ha?” aku bingung.

“iya! Sebenarnya, liburan ini Aoi mengajakku untuk menginap ke villa keluarganya. Tapi aku gugup kalo cuman pergi berdua sama dia… akhirnya aku bilang dia kalo mau ngajak temen – temen sekalian. Ikut ya Ai~ tolong akuu~“ Kanon memegang kedua pipiku sambil memasang muka melas.

“errr... Kanon, bukannya aku tidak mau ikut. Tapi… kau tahu Tora seperti apa kan?”

“PLIS AI! Hota juga ikut kok bareng sama Shou! Onegai!” Kanon membungkuk kepadaku. Membuatku tidak enak untuk menolaknya.

“a—akan kutanyakan hal ini kepada Tora dulu…” jawabku dengan pasrah. Kuharap Tora mau…

***

“pergi ke villa?” Tora yang sedang menyantap bekal yang kubuatkan terlihat bingung dengan kata – kataku barusan.

“ia… pergi ke villanya Aoi, pacar Kanon. Mau yaaa?” aku memegang tangannya sambil memohon.

“terserahlah…” Tora hanya melanjutkan makannya.

***

TIN TIIIIN! Klakson mobil Aoi, pacar Kanon sudah terdengar dari depan rumahku. Yep! Akhirnya liburan tiba dan kami akan pergi ke villa keluarga Aoi. Aku berjalan keluar rumah bersama Tora. Tora datang tadi pagi, mukanya masih terlihat mengantuk.

“Ai! Kamu udah siap!?“ Hotaru, teman sekelasku juga sudah siap di dalam mobil. Ia di temani oleh Shou.

“siaaaap~“ aku masuk mobil dengan semangat dan duduk di bangku tengah yang kosong. Kanon dan Aoi berada di depan, sedangkan Hota dan Shou duduk di kursi paling belakang. Tora memasukkan barang kami ke bagasi.

“sori ya... gara – gara pacar guw pengen bareng – bareng...“ ucap Aoi yang membantu Tora memasukkan barang ke bagasi.

“gapapa. Guw juga ga bisa nolak ajakan dia...“ ucap Tora.

***

well, pokoknya sekarang kita udah sampe di depan villa Aoi, yang harus kuakui memang besar. Villanya terletak di depan sebuah danau yang membeku karena musim dingin. Kami tiba malam hari, sehingga melihat pemandangan menjadi lebih romantis.

“kita nyampeee!“ Kanon berteriak histeris saat turun dari mobil. Hota terlihat sedang meregangkan tubuh karena lelah di perjalanan tadi. Sedangkan aku? Hanya sedang menikmati pemandangan malam yang terlihat putih karena salju.

“ayo masuk...“ ucap Aoi sambil membawa barang – barang kami.

Kami semua langsung mengikutinya memasuki villa tersebut. Huaaaah~ harus kuakui villa ini keren! Benar – benar suasana Eropa!

“Aoi, kamar kami berdua dimana?” Shou bertanya kepada Aoi.

“kamar kalian berdua ada di pojokan sana...“ ucap Aoi.

“oke,“ ucap Shou sambil menggandeng tangan Hotaru. Tunggu dulu, mengapa mereka berdua satu kamar?

“Ka-Kanon, maksutnya apa ni? Kok Hota dan Shou satu kamar?“ aku menarik Kanon dan mengintrogasinya.

“ah! Kamu belom ku beri tahu ya Ai? Biar liburan kita seru... aku sengaja membuat kita satu kamar sama pacar kita. Seru kan!?“ Kanon terlihat bersemangat. Aku merasa mukanya berubah menjadi muka mesum.

“berarti aku sekamar sama...“

“Tora! Dats rite!“ Kanon dapat membaca pikiranku dengan cepat. Membuatku ingin membunuhnya saat itu juga.

Aku langsung menengok ke arah Tora dan Aoi yang sedang mengobrol. Oh tidak... aku sudah membayangkan akan membuat pesta piyama bersama Hota dan Kanon, tapi rencanaku gagal.

“kamar kita di atas, ayo...“ Tora menggandeng tanganku menuju kamar. Aku hanya mengangguk dan mengikutinya. Sepertinya mukaku sudah memerah.

***

Tora membuka pintu kamar kami. Kamarnya tidak terlalu besar dan langsung terhubung dengan kamar mandi. Seperti hotel... hanya saja~ ini hotel yang memiliki satu tempat tidur yang besar.

“kau tidur di kasur saja, biar aku tidur di sofa...”ucap Tora sambil menaruh badannya ke atas sofa.

“e—oke...“ aku tidak tau harus berbicara apa dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan badan.

Aku keluar dari kamar mandi dan melihat Tora sudah tertidur dengan manis di atas kasur. Katanya tadi mau tidur di sofa... aku menatap muka Tora yang sedang tidur dengan seksama. Hihi, ternyata orang se-pendiam Tora kalo tidur manis juga yah. Dengan santai aku membelai kepalanya dengan lembut. Tanpa tahu kalau ia ternyata masih belum tidur...

“Ai?“ Tora membuka matanya dan melihat kekasihnya yang sedang mengusap kepalanya.

“T—Tora-kun! Kok belom tidur!?“ aku sontak kaget dan langsung membuang tangannya ke belakang punggungnya.

“hemm...“ tiba – tiba saja Tora langsung menarikku ke dalam pelukannya.

“T—Tora-kun! Nanti kalo yang lain tau...“ aku panik bukan kepalang, lagi – lagi mukaku kembali memerah seperti tomat matang.

“tenang saja... mereka pasti juga sedang melakukan hal yang sama...“ ucapnya tenang sambil mengecup keningku.

Aku memejamkan mataku saking gugupnya. Tiba – tiba Tora langsung mencium bibirku dengan lembut. Aku sontak kaget dan membuka mulutku, membuat Tora dengan mudahnya memasukan lidahnya ke dalam mulutku. Tora kiss Ai passionately.

“aah…“ Ai moan softly. Membuat Tora menjadi ’turn on’. Langsung saja tangan Tora tidak tinggal diam, dengan lembut, Tora meraba leher Ai dan mengubah haluan bibirnya menjadi ke leher Ai. Bibir seksi Tora ‘berpetualang’ di leher Ai, memberikan beberapa tanda.

Aku tidak dapat melawannya, aku terlalu lemah untuk mengalahkan Tora yang jauh lebih besar dariku. Aku hanya menutup mataku, membiarkan diriku di nikmati oleh Tora. Udara yang sangat dingin di luar sepertinya tidak membuat Tora sedikitpun merasa kedinginan. Tangan-nya mulai menjalar menuju tubuku dengan liar, he press my soft breast. Makes me moan harder.

TOK TOK TOK! Seseorang mengetuk pintu kamarku dan Tora saat Tora akan memulainya. Membuat Tora menghentikan permainannya dan berjalan ke arah pintu dengan sebal. Aku hanya membatu di atas kasur. Tidak percaya apa yang baru saja terjadi.

“ya?” Tora membuka pintunya. Ternyata itu Hotaru.

“kalian sudah tidur? Apa aku mengganggu kalian?” Hota bertanya dengan polosnya.

“ya… kau sangat mengganggu…” ucap Tora.

“ada apa Hota?“ tanyaku kemudian setelah berhasil menenangkan diri dari situasi tadi.

“aku hanya di suruh Kanon kalau— hey, kenapa lehermu merah begitu?“ Hota melirik ke arah leherku yang baru saja di lumat oleh Tora.

“a—aku...“ aku bingung mau menjawab apa.

“itulah yang ku sebut ’mengganggu’. Mengerti?“ Tora merangkulku dan mendekatkan wajahnya ke arah leherku.

“ah? AAAAHH~~~ aku mengerti... kalian lagi – lagi melakukan hal ’itu’ yaa~ kurang puas apa di atas atap kemarin?“

“yep,“ jawab Tora to the point.

“kalau begitu biar ku katakana kepada yang lain kalau kalian sedang tidak bisa di ganggu. Jya na! have fun!” Hota seperti mengerti ucapan Tora barusan. Sekejap setelah Hotaru pergi meninggalkan kami, Tora langsung menarikku ke atas kasur lagi…

“are you ready for the main course, babe…” ucap Tora dengan senyum iblisnya.







OWARII…


----------------------------------------------------------------------------------
selanjutnya, biarkan Ai membayangkan sendiri apa yang terjadi. XDDD

FANFIC - Morning Tregedy [requestd by Kireii]

Judul : Morning Tragedy
Author : Kuroii Kanon
Char : The Gazette and Kirei.

+gomen yo kireii kalo ceritanya kagak romantis sama sekali ! XD



“oyaho minna” sapa Kireii ramah.
“ah! Kireii-san! Ohayo…” Kai tersenyum ramah kepada Kireii yang berada di depan pintu, “…dia ada di dalam bersama yang lain” sahutnya kemudian.
“ah, terima kasih Kai-kun,” Kiraii pun berjalan ke dalam rumah tersebut. Ia melihat ruangan itu tetap berantakan seperti biasanya, tetapi sekarang lebih berantakan. Kaleng bekas sake bertebaran dimana-mana. Pasti tadi malam sedang berpesta lagi.

“hey! Bangun Uru! Jangan tidur sambil niban kaki lo di pala guw napa! BAU!!“ Reita menampar-nampar pipi Uruha yang masih tertidur lelap. Rambutnya berantakan.
“...ngggahh~“ Uruha hanya mengeluarkan suara yang tidak jelas.

“...hoaaaam~“ Aoi keluar dari dalam dapur sambil membawa secangkir kopi dan menguap dengan mulut yang cukup lebar, “...kepala pusing...HEKK!“ tiba-tiba suara Aoi tertahan seperti sedang melihat monster.
“ada apa Ao-kun?“ tanya Ruki yang menengok dari dalam kamar madi, dia sedang sikat gigi. “...kenapa muka lu aneh?... HEKK!“ kali ini Ruki tidak kalah terkejutnya dengan Aoi, “K--Kireii-chan!?“ ucap Ruki terbata-bata, mukanya menjadi pucat dan sikat gigi yang sedang di mulutnya seakan hampir tertelan.

“hai! Selamat pagi Ru-chan~“ Kireii langsung berjalan cepat menuju arah Ruki.
“pagi... kamu ga marah, say?“ jawab Ruki takut.
“ah? Marah? Gara-gara apa?“
“aku... lupa... kencan... kita... tadi malam...?“ Ruki terlihat semakin pucat.
“apa? Kencan kita?...” jawab Kireii pelan, “TENTU SAJA AKU MARAH BODOOOOOOOOHH!!!!” teriak Kireii tepat di samping kuping Ruki.

“TEROMPET SANGKAKALA BERBUNYIIII!! DUNIA KIAMAAAAT!!” Uruha yang tadi masih tertidur lelap langsung terbangun dan memeluk Reita, “REEEEEI!! KIAMAT REEEEEEEEEEEEEII!! NASIP KITA GIMANAAAA!? KITA MASUK SURGA APA NERAKAA!?!? GUW KAN DOYAN NGE-HOMOO! PASTI MASUK NERAKA DAH!” Uruha panik bukan kepalang, dia menggoyangkan kepala Reita ke depan dang belakang.
“adoh pala aiing!! oi lekong! Nyante aje lage!“ Reita sewot.
“kenapa? guw masuk surga dan elo masuk neraka?? Thanks god!“ Uruha langsung melepas pelukannya dari Reita.
“taik lu…” Reita menjitak kepala Uruha, “…itu suara si Kireii tauk…”
“he?” Uruha langsung menengok ke arah ‘Tempat Kejadian Perkara’ dan menemukan Kireii yang sedang tersenyum setan kepada Uruha, “hehehe… peace Kireii-sama, kita damai ye?” Uruha langsung ciut en sembunyi di balik punggung Reita.
“aho…” jawab Aoi dari depan dapur.

Kita kembali ke peran utama.

“ten...tentu aja aku ga lupa dong cinta, tapi semalem tuh anak-anak Gazette tiba-tiba pada dating ke rumah en ngajak minum. Jadinya ya... gitu deh....“ Ruki menjelaskan sambil menunduk dan menunjukan muka ’baby face’-nya.

“bohong Kireii! Wong semalem si Ruki-nya sendiri yang bilang ngga ada kerjaan en manggil kita ke sini buat party!” Uruha membuat pertempuran ke-dua sejoli ini menjadi di titik klimaks en mendapatkan timpukan sikat gigi dari Ruki.

“jadinya yang mana yang bener, cinta?” Kireii mengeluarkan ‘tatapan iblis’-nya yang maut.

“Uruha...“ jawab Ruki dengan suara yang SANGAT pelan.

PLAKK! Dengan kecepantan cahaya, tangan Kireii langsung mendarat mulus di pipi Ruki...

“WADAW MA’EEEEE!!“ Ruki terlempar cukup jauh ke dalam kamar mandi. *lebuaaay*
“huh! Dasar biadap! Aku benci kamu!“ Kireii langsung berjalan ke arah pintu dengan kesal. Aoi, Kai, Reita dan Uruha tidak berani bergerak dari posisinya masing-masing.

“Kireii sayaang~“ dengan sigap tangan Ruki langsung menarik tangan Kireii dan memeluknya, “maafin aku ya kalo aku lupa kencan kita, soalnya kamu tau kan? Akhir-akhir ini aku lagi sibuk buat bikin album baru sama band aku... dan aku cerita kan ke kamu kalo kemaren aku sibuk banget bikin lagu. Dan waktu kamu nelefon itu, aku lagi setress karena ga dapet ide... dan jadinya aku lupa deeehh... maaf ya cintaaa~“ Ruki mengecup kening Kireii dengan lembut. Tiba-tiba saja Ruki mendekatkan kepalanya ke kepala Kireii dan perlahan semakin berdekatan...

“Ru...Ruki...“
“hem...“
“...MULUT KAMU BAU TAUK! IIH! BELOM SIKATAN YAAAH?! GAMAU CIUMAN!“ Kireii langsung mendorong Ruki jauh-jauh dari dirinya.
“ya ampun cintah! Masak kamu gitu sih sama aku!?“ Ruki jongkok di pojokan sambil maenin eek-nya sendiri. *Ruki jorooook!*
“biarin! Lagian salah sendiri, mulut kamu bau sake sih! Aku ngga suka!“
“tapi cintaaa...“
“pokonya aku marah sama kamu! Dan baru mau maafin kalo kamu berenti minum sake! Ato ngga, NO KISS FOR YOU, BABE!“ Kireii keluar dari apartemen Ruki dan segera menuju mobilnya.
“KIREII-CHUAAAAN!! AISHITERU BABY! JANGAN NGAMBEK SAMA ABAAAAANG!!” Ruki lari lari keluar apartemen cuman make boxer en kaos gombrang.

“…jangan harap guw mao kenal lagi sama yang namanya Ruki…” jawab Aoi sambil meminum kopinya.
“hahaha. Hari ini morning tragedy banget dah buat Ruki…” ucap Kai.
“ckckck… kesian…”



OWARII

FANFIC - AIshiTORA [riquested by AI]

author :: KANON

*fanfic ini terinspirasi dari PV GATHER ROSES. XD

**haiizz~~ aiii ! ! amplooooop. gomen segomen gomennya ! kanon ga sanggup bikin cerita lebih parah dari french kiss ! XD

==========================================================

"AIII~~ SELAMAT YAAA ! ! akhirnya lu satu bulanan ama Tora~" ucap teman temanku saat aku memasuki kelas. Yep, tepat hari ini adalah hari dimana aku sebulanan sama pacarku, Tora. Kami jadian saat frestival sekolah bulan lalu. Tora memang orang yang sangat keren ! sifatnya pendiam, cool dan cuek. Mangkanya banyak anak di sekolaan ini yang pada ngincer dia, termasuk aku. Dan ternyata diam diam Tora juga menyukaiku dan me'nembak'ku sebulan lalu. "makasih--"

"terus mau jalan kemana lu ama Tora entar ?"

"heeemm--ntahlah," sebenernya aku tidak begitu mengharapkan satu bulanan yang spesial. Karena Tora sepertinya juga tidak peduli. Kami bahkan tidak seperti orang pacaran. Kalau pulang bareng, Tora tidak pernah menggandeng tanganku. Hanya mengantarkan sampai depan rumah dan pergi. Tidak ada cium tangan atau pipi. huuh--mungkin aku terlalu muluk. Padahal aku udah sengaja membuat cookies untuknya.

KRIING ! --> bel masuk.

Aneh. Biasanya Tora tidak pernah terlambat, kemana dia ? kenapa ga ngasih tau aku ? payah.

Aku berjalan manuruni tangga lantai dua. Aku berpapasan sama Hiroto, sahabat Tora. "Hiroto--"

"EEEEH---AI...!" ucapnya. Sepertinya dia terkejut melihatku. "lu tau Tora ada dimana ?"

"eee..Tora lagi nyi---eh, ga tau ada dimanaaa !" Hiroto langsung kabur meninggalkanku. Huh. Aneh. Dasar kelinci. Aku pun berjalan menuju gerbang sekolah, hendak pulang kerumah. Tapi tiba tiba handphone-ku berbunyi. Ada SMS rupanya. Dari Tora.

'kutunggu di atap sekolah sekarang'

Aku langsung berbalik arah dan berlari masuk kedalam gedung sekolah dan berlari menuju atap sekolah. Aku ingin bertemu dengannya.

BRAKK! aku membuka pintu atap sekolah. Aku tidak melihat siapapun kecuali--- "Tora-kun ?" aku terdiam di depan pintu atap dan berusaha mengatur nafas.

Tora berbalik badan dan berjalan ke arahku. "Hai."

"kemana aja kamu ? ! kenapa izin ga ngasih tau aku ? ! aku nyariin kamu tauk !" bodoh. Bukannya bertanya dengan baik-baik, aku malah membentaknya.

"...gomen" ucapnya singkat.

"oia !," aku ingat bahwa tadi aku ingin memberikan cookies untuknya. "aku membuatkan ini untukmu. yaah--aku tau kamu pasti bingung, jadi aku ingatkan...HARI INI ADALAH HARI SEBULANAN KITA JADIAN..." ucapku dengan lantang ke Tora. "jadi kuharap kamu mau nerima en makan ini yah !"

Tora hanya diam saja dan mengambil bungkusan cookies itu. "sankyuu..." ucapnya kemudian. "oia, kamu mau ke rumahku ?" ucap Tora kemudian.

"hah ? ?" aku bingung. Tumben dia menawarkan pergi kerumahnya.

"ga mau ?" tanya Tora.

"eee--mau ko ! mau..." ucapku dengan semangat.

Alangkah terkejutnya aku saat memasuki rumahnya. Ternyata ia tidak melupakan hari sebulanan kami ! di kamarnya telah di siapkan sebuah kue dan lilin untuk kami rayakan. "Tora-kun..." aku terpana.

"sebenernya aku ga lupa hari jadi kita. mangkanya tadi aku ga masuk sekolah karena aku sibuk mempersiapkan ini." ucapnya sambil malu-malu. Aku pun langsung memeluknya. "sankyuuu~"

"i-ii-iya..." ucapnya salah tingkah. "a-aku mau mandi dulu. kamu di sini aja ya..."

Sambil aku menunggu Tora mandi, aku mengamati kamarnya. Kamar yang tidak begitu besar tapi nyaman, dengan kasur yang besar dan di dinding kamarnya banyak terpasang poster band favoritnya. Kron. Tapi ada satu hal yang menarik perhatianku. Di meja sebelah kasurnya terdapat foto-fotonya saat ia masih bayi, fotonya dengan gank-nya dan yang mengejutkan adalah, fotoku. Kapan dia mengambilnya ?

"ah. gomen mandinya lama" ucap Tora yang baru saja keluar dari kamar mandi. Ia mengenakan kemeja putih dan rambutnya menjadi turun karena basah. Membuatnya menjadi makin seksi.^^ "ayo kita tiup lilinnya..." ucapnya kemudian.

Kami pun duduk bersebelahan dan saling memandang satu sama lain. "kita mulai ya...1-2---"

FUUUH~ kami meniup lilin itu bersamaan. "HAPPY SATU BULAAAAN ! !" ucapku semangat. Ternyata Tora bisa romantis juga.

"lalu sekarang hadiah utamanya..." ucap Tora kemudian. Aku hanya terdiam karena bingung.

Tiba-tiba saja Tora memegang pipiku dengan lembut dan memegang tanganku. Aku terkejut. Dengan cepat, Tora langsung menciumku. Aku tidak dapat melakukan apa-apa. Aku pun membalas ciumannya. We're doing a deep french kiss.
Sesaat aku menikmatinya. Bibir Tora yang lembut menyentuh bibirku, lidahnya yang bermain bersama lidahku. Rasanya nikmat.

Tora melepaskan bibirnya dan menatapku. "do you like it ?" ucapnya. Dapat kurasakan bahwa mukaku pasti udah semerah tomat. Aku mengangguk.

Tora langsung menarikku dan menghempaskanku di kasurnya. Aku dan Tora saling bertatapan. "AIshiTora..." ucapku padanya. Tora tersenyum, ia mengusap rambutku dengan tangannya yang besar dengan lembut dan memegang bibirku. Dan lagi-lagi Tora menciumku. We're doing a french kiss again. Dan Tora tidak berhenti. Aku terkejut saat ia mulai menciumi leherku---tunggu ! aku belum siap untuk ini ! !

"T--tora-kun..." ucapku. Tapi aku tidak dapat melawannya, badannya lebih besar dariku dan ia semakin nafsu untuk menciumku, aku menjadi tidak bisa bernafas. Perlahan lahan ia mulai membuka kancing baju seragamku dan mulai meraba badanku. Gawat. Ini udah diluar batas...

"TORA-KUN ! YAMERO ! !" aku mendorong badannya yang besar itu. Ia terkejut. Aku langsung mengancingkan baju seragamku kembali.

"gomen---" ucap Tora perlahan. "---aku terlalu menyayangimu. sehingga---"

Aku langsung menghampirinya dan memeluknya. Tora hanya terdiam.

"I know. tapi ini masih terlalu cepat untukku, tapi pasti nanti akan tiba saatnya. Tora-kun" ucapku dengan lembut padanya. Tora memejamkan matanya dan membalas pelukanku. "Aishiteru..."

Setelah itu, Tora menjadi tidak cuek padaku. Ia sering menggandeng tanganku saat kami sedang jalan bersama. Dan selalu menciumku ketika sudah sampai di depan rumahku.










==OWARI==

=============================================

*author langsung nosebleeed se-bak mandi*

FANFIC - SUMMER DIVE [requested by Hota]

**ehemm. hotaa. saia hanya mengetik loh . . yang mikir si otak ini *tunjuk tunjuk pala* jadi kalo aneh gomen gomen aje yee~~

dozoo..

===================================

Haaah~ musim panas yang membosankan seperti biasanya, seperti tahun-tahun sebelumnya. Berada di pantai dan tidak ada apa-apa. Hanya ada pasir dan laut yang terbentang luas bagaikan karpet. Aku--disini--sendiri. Tidak ada yang berubah, wisatawan tetap berdatangan, dan banyak cewe cantik yang memakai bikini. Tapi aku sama sekali tidak tertarik, walau banyak dari mereka yang menggodaiku. Dan dari sini aku dapat melihat ada seorang cewe yang sepertinya sedang diganggu oleh pria jalang. eh ? di ganggu ? aku harus segera menolongnya !

"HEI ! JAUHKAN TANGAN KALIAN DARI CEWE ITU !" aku berlari mendekati mereka dan siap menghajar pria hidung belang itu.

"siapa kamu ? ! ini bukan urusanmu !" ucap pria itu sambil menarik tangan gadis itu.

"itai--" cewe itu merintis kesakitan.

BUGGG ! aku menghajar pipi pria hidung belang itu dengan kencang. Ia jatuh terjembab ke pasir.

"---kurang ajar" rintihnya dan ia pergi meninggalkan kami. Aku segera berbalik ke arah cewe tersebut, sepertinya dia terluka. "kamu tidak apa-ap---"

"APA-APAAN KAMU ? !"

"eh ? aku hanya berusaha menolongmu" ucapku dengan bingung. Aneh, bukannya berterimakasih, malah membentakku.

"KAU TAK PERLU MEMBANTUKU. AKU BISA MELAWAN MEREKA SENDIRIAN !"

"eh ? kamu ? ahahahahhahahahaha.." aku tertawa mendengarnya. "ayo ikut denganku, kamu pasti haus"

Aku mengajaknya ke rumah pantai milik keluarga kami. Yah--memang orang tuaku yang mengelola usaha ini, kami selalu membuka kedai di sini setiap tahunnya. Aku mempersilakannya duduk dan memberikan secangkir es serut dengan siraman sirup orange di atasnya. "silakan"

"a-aku tidak memesannya. lagi pula aku tidak bawa uang." ucapnya gugup. Pipinya memerah. Lucu.

"hahaha---" aku tertawa melihatnya. "---ini gratis"

"huwaaa~ hontou ? ! asiik~~" dengan segera cewek itu langsung melahap es serut yang ku berikan. Aku melihatinya, lucu pikirku. Jarang sekali ada wanita yang memakan es serut dengan lahap dan tidak peduli pada penampilannya. "hahaha..."

"ada apa ?" ia menyadari kalo dari tadi aku memperhatikannya. Ia mendongak kepadaku dengan mulut yang penuh dengan sirup orange.

"haha. tidak ada apa-apa, aku hanya merasa lucu dengan caramu makan es serut itu"

"ooh~" dengan santainya ia melanjutkan melahap es serut tersebut. Aku terus melihat caranya melahap es serut tersebut, entah mengapa aku merasa lucu. Aku suka orang ini.

"sepertinya kamu baru di tempat ini, aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Siapa namamu ?"

"Hota--Miyawaki Hotaru. dan aku bukan orang baru disini" ucapnya setelah menghabiskan es serutnya. "es serut disini enak. makasih"

"haha. es serut keluarga kami memang yang terbaik sedunia--" ucapku membanggakan diri. "lalu sekarang kamu mau kemana ?"

"heem~ ntahlah. masih belum kupikirkan" cewe manis yang bernama Hotaru itu menggerutkan keningnya.

"kalo begitu, Hota-chan. mau temani aku bermain di pantai ?" tanyaku sambil bergaya seperti pangeran.

"hahaha---bloeh !"

Aku pun mengajaknya bermain di pantai. Hari itu rasanya sungguh menyenangkan ! Kami bermain ombak, memakan semangka dan bermain surfing. Aku terus memperhatikannya, senyumannya, tertawanya, mukanya saat kesal. Ia sungguh menyenangkan. Membuatku tersadar bahwa aku mencintainya.

"ah, udah sore. aku mesti pulang !" ucapnya tiba tiba.

"eeh ? chotto matee---" aku tidak ingin hari ini berakhir begitu saja. "--kita kan belom ngeliat sunseet~" rengekku.

"mmm . . . oke. aku akan menemanimu melihat matahari terbenam."

Aku mengajaknya ke tempat rahasiaku. Tempat yang biasanya selalu ku datangi apabila matahari akan segera tenggelam.

"sugee~ tempatnya keyen banget !" Hotaru tampak terkejut.

"iya kaaan~ aio duduk sini !" dengan semangat aku menariknya duduk di atas karang.

"Shou, sankyuu ya buat hari ini. aku seneng banget !" Hotaru tiba tiba mengucapkan kata kata itu. Dengan sepontan, tiba tiba ku pegang pipinya yang halus dan mendekatkan mukaku ke mukanya. Membuatku dapat melihat mukanya yang memerah dengan jelas.

"do itashimashite--" aku mendekatkan bibirku kepada bibirnya, lalu kami pun berciuman...






__OWARII__

========================================

piye Hot ? ? ajipan punya sapee ? X3

fanfic - I think I fallin in ♥ wit her [?] *part one*

author : ME ! ! XDD

genre : romantis aneh bin garing !

pairing : liet ae ndiri^^

komen :: ehem ehemm. hitotsu, arigato buat smua orang yang dah baca penpik kanon ini dan yang sebelon sebelonnya~~ sori nyang ini rada ga jelas. XP

-----------------------------------------------

suatu hari . . di sebuah sekolah yang bernama SMA 2 . . kelas 2-1

"HUWOOOO ! ! NTU PUNYA GUW MAMEEEN ! !"

"ENAKE ! GUW DULUAN NI YANG LIAT !"

"grrrrrrrrrr . . ."

"udahlah Takeru~ Uruha~" yang ternyata dua murid itu bernama Uruha dan Takeru.

"ga bisa gitu Pon ! guw yang liet duluan ni majalah !" Uruha ngedumel ke Hiroto sambil narik majalah dari Takeru. "yang boncel ngalah !"

"enak aja guw d bilang boncel ! dasar tiang listrik !" Takeru yang sadar ga bakal menang lawan Banci Taman Lawang akhirnya mengalah dan kembali ke tempat duduknya dengan kesal.

"ckckck. lu pada ye, kagak bisa apah akur sebentaaaar~~ ajah ? ?" Hiroto geleng geleng pala. Takeru dan Uruha saling pandang.

"HUH ! GA SUDI LAH YAW !" keduanya membuang muka bersamaan. Hiroto cuman manyun sendiri.

sementara itu, tersebutlah kelas 2-5 . . .

"huff~ bete yeuh ! bt bt bt bt bt bt bt aaah~" ucap Aoi, anak yang doyan make priecing segede bagong di bibir.

"nape ?" kata Saga, sahabat si Aoi cnah mah !

"liburan musim panas bentar lagi, tapi guw blon ada kekasih buat di ajak asoy asoyan"

"cih ! najong luh ! mangkanye keak guw don~~ FULL OF LOVE with Ruki~" Saga ngebanggain diri.

"hoekk ! ngapaen juga guw mesti pacaran ama cowo ? ! jangan samain guw ama makhluk ABNORMAL keak lu pade ye . . makasih ! guw masih waras !"

"bangke lu !" Saga tuyur pala Aoi.

***

KRIIIING ! ! -- jam pulang sekolah. anak anak langsung berhamburan keluar keak semut keluar dari toilet *ga bgus bgd dah perumpamaannya*

"yo Aoi mamen ! waslap ? !" Uruha nyamperin Aoi sambil gaya rapper.

"hoh. napa Wa ?"

"iih~ ko manggil 'Wa' lagi sih ? ! guw tu URUHA ! bukan UWAWA ! !" Uruha sewot. dya manyunin mulutnya 50 meter. *lebai dah*

"jiah~ suka suka guw dong ! lu ga usa komen ! ni mulut pan mulut mulut guw ini !"

"keaknya gara gara lu pake cincin kawin emak lu di bibir tuh ! mangkanya lu manggil guw jadi Uwawa ! aio lepas !"

"enak ae cincin kawin emak guw ! yok ah cabut ! guw dah janjian ama Reita mo nyari baju baru ni~"

"ahaha. oke bos ! btw, Saga mane ?" Uruha celingak celinguk cari Saga.

"alah~ keak kagak tauk dye aje. dya gi nganterin istrinya pulang noh !"

"hoo~~"

"lha terus elu ?"

"he ? guw ? what the maksut ?" Uruha kukur kukur pala.

"solmet sejati lu si Takeru mana ?"

"HUH ! jangan ngomongin tu penjajah bangsa dan negara deh ! sebel guw ma dya !" ucap Uruha sambil nyisir rambutnya.

"haha. jangan gitu~ ntar malah demen loh~~" Aoi masang muka jailnya.

"kurang ajar lu Parto [baca : Aoi] ! eh eh, liburan musim panas mo kemana ?"

"heem~~ ga tauk. enaknye kemana ye ?" Aoi kukur kukur pala.

"kalo musim panas mah ya pasti pante doong ! !"

"gada tempat laen apah ?"

"GADA ! en secara lu itu sepupu guw nyang baek hati dan tidak somboong~ lu mesti nganterin guw !"

"jiia~ apa urusannya sepupu ama nemenin ? ! mbung ah !" Aoi berlari meninggalkan Uruha.

"KAMFRET LUH !"

***

"jadi lu sekarang mo kemana Rei ?" dengan guntai Aoi berjalan di belakang Reita.

"sabar cuy~ guw mo nyari pick baru buat bass guw niii~" Reita nyeret nyeret Aoi.

BUKK ! ! dengan indahnya Aoi nabrak seorang padestrian *basa ingrisnya 'pejalan kaki' cnah !*. orang tersebut jatuh.

"ee ? ? gomen gomen ! ga sengaja ! !" Aoi berusaha menolong orang tersebut.

"uuh~~ itaaai~" rintih orang tersebut sambil menerima bantuan Aoi. mereka berdua bertatapan.

-oh mai gaaaaawdh~~~ kawai nee~ ni orang pasti ramah banget ! calon istri yang tepat !- batin Aoi.

"HEH MAS ! KALO JALAN LIAT LIAT DONG ! !" bentak orang tersebut. *sumpah gada ramah ramahnya sama sekali*

"eheheh. gomen gomen" Aoi minta maap sambil pasang muka mesumnye.

"huh. yaudda lah~" orang tersebut pergi.

"yah pergi~~" Aoi menghela nafas. "coba ada sesuatu yang bisa mempertemukan guw denganya lagi . ." harap Aoi.

emang dasar beruntung ato emang kerjaan pengarang, orang tersebut ga sengaja jatohin hapenya ! ! en emang dasar hari keberuntungannye si Aoi, dya mungut tu hape !

"woooh ! ini pan hape cewe tadi !" hatinya dah berbunga bunga aja. "aseeek~~~ i coming bibeh !" Aoi treak treak keak orang gilo.

sementara itu . . .

"duuh~ hape guw mana ya ? ko ga ada ? jangan jangan pas guw nabrak tu orang tadi, dya maling hape guw ! awas aja tu klepto bangsat !"

***

esok harinya si Aoi dateng ke sekolah sambil masang tampang geuleuh yang bikin temen temennya speechles bukan maen.

"ai ai, si Aoi napa tuh ? ko makin hari makin gilo ae ?" tanya Ruki yang lagi iseng maen ke kelas Aoi en Saga.

"mboh ! dari tadi dateng jga dah gitu say" Saga juga binun. "udah ga usa di pikirin. kamu pikirin akyu ajah !" ucap Saga centil. dan pergelutan yaoi pun tak dapat terelakkan lagi.

"haaaah~" hela Aoi. "kapan yah guw isa ketemu dya lagi en ngasih ni hape ?" ucap Aoi sambil liat liat gambar di hape orang tersebut.

"loh loh ? apa ini ? !" Aoi menggerutkan kening. "siapa cowo ini ? !" ternyata Aoi ngeliat poto orang tersebut sedang berduaan dengan seorang

lelaki imut. "TAKAN KU BIARKAAAAAAN ! ! !" scream Aoi.

***

hari Minggu yang cerah, di rumah Uruha . . .

"Uru~ Uru~ maen nyok !" Hiroto manggil manggil Uruha keak anak kecil ngajak maen.

"aduh Pon~ guw pengen sleep in the beauty nih ! ganggu ae luh !" Uruha dumel dumel dari balik jendela kamarnya.

"yaaah~ ayo doong~~ katanya mo kenalan ama temen guw~ dya nunggu di taman kota tuh . ."

"eh ? ! temen lu yang lu bilang kemaren ? !"

"yepp"

WUSSSSSH ! ! dengan kecepatan 6,45x10 pangkat 8, Uruha langsung menuju kamar mandi en langsung dandan in the beauty en langsung

lompat dari jendela biar isa langsung jalan, padahal kamarnya lante 5 *loh ?*

di taman kota yang indah . . .

"mana orangnya ?" Uruha celingak celinguk. ia menggunakan baju berwarna ungu sambil ditutupi jaket hitam dan menggunakan hotpants^^a

"heeem~~~" Hiroto celingak celinguk. "tu dya ! !" Hiroto nunjuk seseorang yang sedang duduk di bawah air mancur di tengah taman. "TORA ! !"

Tora menoleh. "oi" jawapnya cool.

"dah lama nunggu ?" tanya Hiroto.

"ngga. baru dateng. ada apa ?" tanya Tora to the point.

"ini kenalin. Uruha, temen guw" Hiroto memperkenalkan Uruha.

"y-y-yoroshiku !" Uruha jabat tangan Tora. pipinya memerah.

"hem, dozo yoroshiku" Tora balas jabat tangan Uruha.

"sekolah dimana ?" tanya Uruha.

"di SMA 5"

"wooow~~~ ternyata sekolah kita deketan yah ! jadi isa sering ketemu dong !" Uruha langsung ceplas ceplos.

"eh ? i-i-iya" jawab Tora sambil tersenyum simpul.

-hyaaa~~ so sweet banget sih orang ini ! mesti di gebeeeeet ! ! yakyakyakyak . .- batin Uruha.

"oio harimo-chan [baca : Tora], guw ga isa lama lama ni. guw mo ke toko gitar dulu. senar gitar guw putus" ucap Hiroto.

"yah Pon maaah~~ ko pulang sekarang siih ? ! pan baru ja kenalan !" rengek Uruha.

"ya atuh gimana atuuh~ guw dah janjian ama Takeru di sana"

"io. guw juga ga isa lama lama. guw mo ke toko kaset, mo nyari CD. ikut ?" Tora menawarkan ke Uruha.

"WITH YOUR PLEASURE MY PRINCEEE~" ucap Uruha sambil gandeng lengan Tora. *uru ganjen ! XD*

dan akhirnya Hiroto pergi ke toko gitar sedangkan Tora pergi ke toko musik ditemani oleh Uruha.










[TO BE CONTINUE . . .]

fanfic pesenan Akari~~ *part 2*

***

“kurang ajar lu Shooou ! ! !” ucap Hiroto sambil nyekik leher Shou.

“hekk ! ! omigoooott ! guw diserang kurcacii ! ! Tora ! helep miii~~” ejek Shou sambil pura pura mau mati.

“ckckck . . lu ber-dua kenapa sih ? dari dateng sampe sekarang ko beranteeem~ teruss . .” ucap Tora sambil geleng geleng kepala.

“ahahahahaa . . abisnya tadi si Pon . . ahahahahahahahahahahaaa . . .” Shou tak kuasa menahan tawanya, dan ia guling guling di studio band mereka.

“emangnya Hiropon kenapa ?” Nao jadi penasaran.

“gini loh . . ahaha . . di PIM . . wakakakk . . ketemu cewek . . hihihi . . jadi batu . . huakakakaoakakk . . aduh aduuuh~~ perut guw sakiit~ guw ampe nangis gini . . uhuhuuu . . tapi lucu bangett . . hyahahah . . andaikan lu pada ada di sana . . brufth . .” Shou ngemeng makin ga jelas. Tora dan Nao bingung ngeliat tingkah vokalis ini.

“i i i . . . Shou maaah~~ emang kenapa sih kalo guw doyan ama cewee~ ? ?” Hiroto menutupi setengah mukanya yang merah dengan bantal sofa.

“NANII ? ! ? ! LU SUKA AMA CEWEK PON ? !” Tora dan Nao teriak bersamaan. Hiroto semakin menutupi mukanya yang merah dengan bantal.

“brfth . . huahahahahahahahahahahahahaaa ! !” Tora ikutan ketawa guling guling di samping Shou.

“uuungh~~~” muka Hiroto langsung berkaca – kaca.

“cep cep cep Hiropoon~ sing sabar yoo~” Nao pun duduk di samping Hiroto sambil elus elus kepala Hiroto. ”Shou sama Tora kan emang gitu . . tapi untung Saga ngga ada, kalo ada . . .”

“PON ! LU LAGI DOYAN SAMA CEWEEK ? ! HUAHAHAHAHA” tiba tiba Saga langsung muncul dari pintu masuk ruang band mereka. Rupanya Saga dengar apa yang dari tadi mereka katakan. “...ternyata ade kita udah gedee~~ HAHAHAHAHA”

“HUWEEEE~~~~ NAO-SENPAAAAAAAI~~~~” Hiroto langsung nangis ke Nao.

“ssssh ! ngapaen sih lu dateng ! bikin gara gara ae . .” dumel Nao sambil ngelempar bantal ke arah Saga.

“aduoh~ ahahaha . . pan guw kemari mo latian . . yauda~ kalo diusir mah, guw balik ke yayang Ruki aje ye !” Saga langsung berbalik lagi menghadap pintu.

“EEEEH ! mau kemana lu ? ! jangan cabut ! duduk sinih !” Nao langsung teriak dan menyuruh Saga duduk di kursi drum-nya.

“eheheee . .” Saga langsung nurut dan duduk di kursi drum Nao. “anjing pinteeer . .” ledek Nao.

“cup cuup . . uda ah Pon ! jangan nangis ! entar kita ga jadi latian niih~~” Shou kembali bangkit setelah menguasai dirinya biar ga ketawa.

Hiroto cuman angguk angguk.

***

“GOOD PAGI SELAMAT MORNING RUKI-CHAN BELAHAN JIWAKUUUU~~~~ I MISS U SOO~~~” Saga meluk Ruki yang baru aja dateng.

“uuuh~~ akang Saga~ bahasa inggrisnya ko aneh siih ?” ucap Ruki sambil cubit cubit pipi Saga.

“ahahahh. Namanya juga cinta, beibb” Saga nyoel dagu Ruki. *Saga gomball !*

“ya ampuuuun~~ pagi pagi begini mereka dah mesra mesraan ! bikin iri aja~ guw jadi kangen sama my lovely kanon [author] bala bala~~” ucap Aoi yang baru datang bersamaan sama Hiroto.

Hiroto menghiraukan keributan yang dilakukan Saga, Ruki dan Aoi. Jantungnya berdetak kencang, ia menoleh ke pojokan kelas. Belum ada siapa – siapa disana.

“huuuff . . . lu pasti bisa Pon, lu pasti bisa ! lu pasti . . .” Hiroto menyemangati dirinya sendiri.

“loh ? Hiroto-kun ? ?” ucap seseorang.

DEG ! seketika itu juga badan Hiroto kembali menjadi kaku dan jantungnya berdetak kencang seperti genderang mau perang. Ia tak menyangka bahwa suara itu akan menyapanya. Dan ia pun menoleh . .

“A-A-Akari . . .”

“hai ! ternyata kamu anak sekolah ini juga yah !” Hiroto mengangguk kaku.

“ohayou aka-chan !” sapa Aoi.

“ohayou mou Aoi-kun” sapa Akari.

“oio, kenalin. Ini temen guw, namanya Hiroto . .”

“ah. Guw dah kenal ko ama dya. Kita udah kenalan”

“hooo~~ sokkah ! terus, gimana pendapat lu ?”

“pendapat apaan ?”

“ituu . . tentang Hiroto~ menurut lo, orangnya keak gimana ?”

“heeem~ keak gimana yaa ? ? Hiroto-kun tu orangnya luchu terus pemalu . .” kata Akari sambil tersipu sipu. Mendengar itu, Hiroto kembali ingin melayang . .

“waduh ! si Pon mau terbang ! mana tali mana tali ! !” ledek Aoi sambil so’ sibuk nyari tali. *authornya ga kreatp nih !*

“haha . .” Akari hanya tertawa. “oia Hiroto-kun, Aoi-kun guw mau ke kelas dulu yah . . belom ngerjain peer nih ! jya na~” Akari dadah dadah ke Aoi en Hiroto.

“dadah . . .” balas Hiroto pelan.

***

“cuieee~~ yang di bilang ‘luchu’ sama Akarii~~” ledek Aoi.

Hari ini ga ada latihan band. Jadi Hiroto dan Aoi di suruh nemenin Saga en Ruki buat nyari baju kembaran. Karena bosen, mangkanya Aoi ngajak Kanon [author] baby bala bala-nya buat ikut . .

“uuung~~ Kanon ! koibito lu tuh ! jengkelin !” Hiroto mancrutin mulutnya.

“ahaha. Ao-chan emang nakal ! udah hajar aja kalo lu mau !” canda Kanon.

“uuuh~ Ka-chan sadis deh sama Ao~” Aoi langsung cemberut.

“Pon Pon !” teriak Saga.

“ape ?” Hiroto berjalan menuju Saga en Ruki yang berada di depan mereka.

“itu yang namanya Akari pan ? ?” Saga nunjuk ke arah toko aksesoris.

“eng ? mana ? ?” Hiroto mencari orang yang dimaksut Saga. “UH IYO ! ITU DIA BIDADARI HATIKU !”

“udaa~ samperin sana~” ucap Ruki.

“heem . . ia deh !” saat Hiroto berjalan mendekati Akari, tiba tiba saja ia melihat seorang pria mendekati Akari dan menyapanya. Dan orang itu sangat di kenal oleh Hiroto. Bahkan sangat dekat dengannya. Orang itu adalah Shou.

***

BUOGH ! ! dengan cepat Hiroto langsung menonjok muka Shou saat ia baru memasuki ruang latian.

“AUCH !” Shou terjatuh ke lantai dengan luka memar di pipinya.

“what the ? ! Pon ! what the meaning of the maksut nih ? !” Nao terkejut dan memegang pundak Hiroto. Tora en Saga langsung berlari ke arah Shou.

“LU TU TERNYATA BERENGSEK BANGET YA SHOU !” bentak Hiroto.

“MAKSUT LO APA HAH ? !” Shou balas membentak Hiroto.

“LU PASTI TAU MAKSUT GUW ! INI TENTANG AKARI ! !”

“Akari ? ? maksut lo tu apa sih ? ! guw ga ngerti !” Shou mencoba berdiri.

“PURA PURA GA NGERTI PULA ? ! LU PASTI TAU KAN KALO GUW SUKA SAMA AKARI ! TAPI BERANINYA LU MENGKHIANATI PERASAAN GUW !” bentak Hiroto.

“apa . . .”

BUUGH ! ! Hiroto kembali memukul Shou.

“Hiroto ! yamero !” ucap Tora. “lu kenapa sih ? ! emang Shou ngapain ? !”

Shou yang tidak terima dirinya di pukul tanpa alasan yang jelas, langsung berdiri dan membalas pukulan Hiroto. Sehingga perkelahian pun tak dapat terelakkan lagi. Dan kalau Tora, Saga dan Nao ngga melerai mereka, pasti sekarang mereka udah sampe di UGD.

“guw kira selama ini kita sahabat . . .” Hiroto mulai meneteskan air mata.

Shou hanya terdiam.

“Hiro . . .” Nao memegang pundak Hiroto. Hiroto menggoyangkan bahunya, menandakan bahwa Nao tidak usah ikut campur. Dan Hiroto segera keluar dari ruang latihan itu.

“kuso” dengus Shou.

“sebenernya ada apa sih Shou . . .” Saga bertanya.

Shou diam saja dan langsung membuka HP-nya. Ia mengetik SMS dengan cepat.

‘guw tunggu lu besok di gerbang sekolah lu pas jam balik sekolah. Guw pengen lu ngejelasin apa yang terjadi sama orang gila’

“nani ? !” ucap seseorang di sebrang sana.

***

di sekolah, Hiroto lagi lagi tidak mendengarkan pelajaran dan hanya memandang awan dari balik jendela. Bedanya, sekarang ia melihat awan dengan muka memar dimana mana. Saga yang duduk di belakangnya pun sejak pagi tidak berani menyapanya.

Saat pulang sekolah . . .

“Hiroto, guw mau ngomong sama elu . .” ucap Shou.

Rupanya Shou telah menunggu Hiroto di depan gerbang sekolah. Melihat Shou, Hiroto segera berbalik arah menuju pintu di belakang sekolah.

“kenapa lu ? mau lari ? pengecut” ucap Shou dengan sinis.

Hiroto membalikan badannya dan menghampiri Shou. “siapa yang lu panggil pengecut ? ?”

“denger ya Pon, guw kesini bukan mau ngajak lu berantem. Guw cuman mau ngejelasin kesalahpahaman ini”

“hah !” dengus Hiroto. “kesalahpahaman apa ? kalo lu juga suka sama Akari ?”

“aah~ cape’ guw ngemeng sama elu ! mending lu tanya langsung aja sama orang yang bersangkutan” ucap Shou sambil melirik seseorang di belakang Hiroto.

Hiroto menoleh, Akari ada di belakangnya.

“a-a-akari . .” ucap Hiroto panik.

“ada apa sih ini sebenarnya ?” Akari tampak kebingungan.

“OOOI ! SHOOOU ! tumbren lu maen kemari ! ada apa ni ?” tiba tiba Saga muncul hendak pulang ke rumah bareng Ruki sama Aoi.

“mending lu tanya sendiri aja ke Hiroto” ucap Shou kepada Akari sambil berjalan menemui Saga, Ruki dan Aoi. “aio temenin guw keliling sekolah lu . .”

“EEEEH ! ngapaeeen ? ! ? !” Saga merengek.

“cari cowo cakep !” ucap Shou asal sambil menarik kerah Saga.

“NOOOO -- ! ! ayayang Ruki-kuuuu ! ! abang di tarik manusia kelereeeng ! ! abang pergi dulu yaa saaay ! !” Saga pergi meninggalkan Ruki sambil berlinang air mata. *aih lebaaaai~~*

...

“jadi ?” Akari bertanya kepada Hiroto.


”err . . etoo~”

“...ya ?”

“uuungg~~~”

“....”

“gini loh Akarii~~~”

“GRRR ! ! CEPETAN NGOMOONG ! ! GA USA BERTELE TELEEE ! ! !” Akari narik kerah baju Hiroto. *aka sangar euy ! ^^*

“i-i-iya iya . . guw ngomong . .” Hiroto semakin ketakutan. “err . . guw mau nanya, lu kemaren ngapain sama Shou di PIM ?”

“eh ? !” Akari tiba tiba panik dan pipinya memerah *blushing blushing gitchuu~*. “lu liat guw yah !”

Hiroto angguk angguk.

“errr~ itu . . guw mau nyari hadiah buat orang spesial di hati guw . .” ucap Akari pelan.

DEG ! ! perkataan Akari barusan membuat hari Hiroto hancur berkeping keping bagaikan permata yang hancur terlindas buldozer *ga bangus bgdh dah perumpamaannya*.

-NOOOOOOO -- ! ! ! ternyata Akari suka sama seseoraaang ! ! LEBIH BAIK AKU MATIII ! ! !- batin Hiroto.

“dan orang itu adalah kamu” ucap Akari sambil memberikan sebuah kalung bertuliskan kanji ‘ai [cinta]’ yang dibelinya kemaren. Mukanya memerah.

-udah gitu orangnya guw pulaaaa ! ! ! ... eh ?-

“AREEEE ? ! ? !” Hiroto shock setengah mampus kuadrat. Akari angguk pelan. Mukanya semakin memerah.

“kemaren aku jalan sama Shou soalnya aku bingung mau ngasih kamu hadiah apa. Akhirnya aku ajak Shou, soalnya dia kan sahabat kamu...”

“...aku suka kamu Hiroto-kun” lanjut Akari kemudian.

JLEP JLEP JLEPP ! ! chupid langsung menembakkan panahnya tepat di hati Horoto.

-DEWI AMOREEE ! ! SANKYUU VERY MUUUUUCH ! ! !- Hiroto berteriak di dalam hati.

“a-a-aku juga suka sama kamu, Akari . . . I love you” ucap Hiroto malu malu.

“are ? ! benarkah ? !”

Hiroto angguk.

“sankyuu hiro-chan~ aishiteru~” Akari langsung memeluk Hiroto. Hiroto pun balas memeluknya.

***

“minna~ konichiwaa~~”

“aah~ Akari~ konichiwaaa~~” ucap Shou, Saga, Tora, Nao, Ruki, Aoi dan Kanon [author]

“hyaaa~ Aka-chan ! aio duduk sini !” ucap Aoi.

“heh ! awas kalo selingkuh ya ! ntar aku selingkuh juga sama Shou nih !” ucap Kanon galak.

“iii~~ ngga ko saay~ Ao kan cuman bercandaa~~ di hati Ao cuman ada Ka-chan seorang koo~~” Aoi langsung ngerangkul Kanon.

“haha. Kalo Kanon dah bosen sama Aoi, ntar jalan sama guw aja yakk !” tawar Shou sambil duduk di sebelah Kanon.

“kampret lu ! pegi sono !” Aoi ngelempar bantal sofa ke muka Shou.

“ahahahahahahahahahaa . . .” Akari dan yang lain tertawa.

“oia, Hiro-chan mana ?” tanya Akari.

“tadi lagi ke toilet. Tunggu aja bentar” ucap Saga yang asik grepe grepe sama Ruki.

Hiroto muncul dari balik pintu kamar mandi. Ia mengenakan jaket biru dan celana jeans hitam. Kalung bertuliskan ‘ai’ tergantung dengan manis di lehernya.

“eh ! kamu udah dateng say !” ucap Hiroto.

“iya. Ini juga baru masuk. Jadi kan ?”

“jadilaaaah ! !” ucap Hiroto sambil merangkul Akari.

“cuieeee~~ nyang udah jadiaaan~~ mau kemana nii~~” ledek Tora dan Shou. “ajak ajak dooong~~ hahahaha”

“bacot lu pada !” dumel Hiroto. “uda ah ! guw mo cabut dulu sama Aka-chan ! jya na minna~~”

Hiroto pergi keluar sambil menggandeng tangan Akari di sampingnya.

“haaaah~~ ternyata si boncel itu dah besar yaaah~” dasah Shou. “jadi irii~~~”

“hahaha. Shou lu nge-yaoi sama guw aja nyook ! !” ledek Tora.

“hahahai ! bole juga ! sekarang kita ngomongnya ‘aku kamu’ yoo~~”

“seplah my honeeey~~~” ucap Tora sambil cubit pipi Shou.

“NOOOOOOOO -- ! ! lu berdua jangan nge-yaoi doong ! ! guw di sini jadi jomblo sendiri niiih ! ! TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAKK ! !” teriak Nao.



OWARII~


message for aka :: akaaa~~ uda seleseee~ gimana menurut aka ? ? XDD . senengkan jadian sama mpoon~~ XDD

fanfic pesenan Akari~~ *part 1*

message for aka :: gomen yo kalo garing en anyeh^^v

--------------------------------------------------------

title : I love you Akari !
character : Alice nine and friend + Akari


Suatu hari, tersebutlah sebuah sekolah yang bernama SMA Heisei yang akan menjadi ‘saksi bisu’ dari kejadian kejadian yang akan terjadi dari fanfic ini. Di salah satu kelas yang ada di dalam sekolah ini, ada seorang murid yang tidak mendengarkan ajaran yang dijelaskan oleh guru. Ia hanya memandang awan dari balik jendela kelasnya.

“haaah~~” ia hanya mendesah.

Temannya yang duduk di belakangnya hanya bingung melihat tingkah aneh orang itu.

KRIIIING !! bel pertanda pulang sekolah pun berbunyi. Para murid segera keluar dari kelas dan bersiap-siap untuk pulang.

“WOI ! HIROTO !” triak seorang anak yang baru keluar dari kelas.

“ng ? kenapa Sag ?” Hiroto berbalik dan menatap Saga yang berlari menuju arahnya.

“lu kenapa sih ? tadi ko’ pas pelajaran Miyavi sensei lu ngelamun mulu ? biasanya lu paling demen kalo belajar tentang ‘ilmu yaoi dan fansevice’ *sekolah macam apakah yang mengajarkan pelajaran seperti ini ? ? silakan anda bayangkan sendiri*” Saga berjalan sejajar di samping Hiroto.

“heeem~~ mang tadi guw ngelamun yah ? ?”

“bah~ malah lupa ni anak ! gmana sih lu ! jelas jelas dari tadi lu cuman bengoooong aja kerjaannya”

“oh ? eh ? oooh . . . ya maap kalo gitu ! terus lu mau kemana sekarang ?”

“ya jelas lah ! guw mao ke tempat yayang Ruki-ku tercintaa . . kangeun guw ama dya”

“puih ! baru juga tadi pas istirahat ketemu. Masak uda kangen lage ? ? najis luh !” Hiroto memasang muka jijik ke Saga.

“huh. Bodo amat ! namanya juga cinta~~ FULL OF LOVEE ! lagian keak elu kagak pernah aja . .”

“ee ? emang guw ga pernah pan ? ?”

“huh. Usooo~~ wong elu pernah ngebet banget cium guw di kamar mandi waktu ntu kaan ? ? mpe guw [hampir] di telanjangin. Sadis luh ! !” Saga langsung menutupi badannya pake tas.

“yee~~ ntu pan dulu ! pas kelas satu. Guw kira elu tu cewe en guw naksir ama elu ! pas guw mo mencoba ngehamilin elu, eeeh . . ternyata dada lu kagak ‘bergunung’ en punya ‘pisang’. Ga napsu langsung dah guw ama elu ! ! dikira guw homo apah . . .” Hiroto langsung nempeleng pala Saga. “lagian salah lu juga siih~ ke sekolah pake seragam cewe . .”

“hehe . . sebenernye ye Pon, kalo lu waktu ntu jadi mo nelanjangin guw, guw dah siap mental loh ! uda siap grepe grepe lu juga . .” ledek Saga.

“najong luh ! ! amit dah guw . . .” Hiroto hanya bergrenyit. Saga tertawa.


***

“RUKI-CHUAAAAN~~~ AKANG SAGA COMIIING~~~” Saga langsung berlari memeluk Ruki yang berada di dalam kelas.

“KAKANG SAGAAAA~~~ ADINDA KANGEEEN~~” Ruki membalas pelukan Saga. Dan adegan yaoi pun tak dapat teelakkan lagi. Dengan sigap Saga langsung mencium bibir mungil Ruki dengan kecepatan 6,14 x 1024 Newton *duile bahasanyaa~~*, Hiroto hanya geleng geleng kepala melihat tingkah laku temannya tersebut.

“oi Pon!” sapa Aoi yang juga sekelas sama Ruki.

“eh, Ao. Pa kabar ?”

“kabar guw baee. Tumben kagak latian ngeband ?”

“cuh ! gimana mao latian kalo vokalisnya asek asek bokinan di pojokan kelas” ucap Aoi sambil ngelirik ke arah Saga dan Ruki yang udah mule saling grepe grepe-an.

“ahaha. Sama aja keak guw . . .” belum juga Hiroto selesai berbicara. Tiba tiba saja matanya tertuju kepada seorang siswi yang sedang berbicara dengan teman temannya. –busyet ! tu cewe kawaii banget !- batinnya.

“oi . . Pon . . Hiropon . .” Aoi menggoyangkan tangannya di depan muka Hiroto.

“omigooot~~ chou kawai~~” Hiroto mengacuhkan tangan Aoi.

“ung ? yang mana yang kawai ? ?” Aoi celingak celinguk mencari orang yang di liat Hiroto.

“itu loooh~~ yang duduk di depan kelas ituu~~” Hiroto nunjuk nunjuk.

“ooh~ itu mah si Akari. Anak baru dya di sini . . napa emangnya ? naksir ya lu ? ?”

“puih ! amit ! kata siapa guw naksir ? ! uda ah ! guw mo cabut. Dah ditungguin ama si Shou di depan gerbang . . .” Hiroto buru buru pergi meninggalkan Aoi.

“heeem~~ dasar bocah. Uda jelas jelas keliatan dari muke lu kalo lu naksir ama dya . . dasar awam . . gaada yang isa boong di adepan guw . .” Aoi ngomong sendiri sambil geleng geleng pala. “Ruki ! aio cabut !”

“yaaaah~~ ao-kun mah~ kan guw masih asek asek ama kakang Saga guw . .” Ruki manyunin mulutnya.

“tauk lu Oi ! bilang aja lu sirik liat kita berdua ! !” Saga menimpali.

“puih ! amit dah guw sirik ama lu berdua . . guw mah masi normal ! masi doyan ama cewe . . masi sayang sama beibi kanon [author] bala bala guw . . aio ah Ru ! ntar ga dapet jatah makan malem loh kalo telat latian ama Kai . .”

“uung~~ yauda deeeh~ uhhuhuuu . . dadah kakang Saga~ adinda pegi latian dulu yaa~~~”

“uhuhuuu . . adinda~ jika hal ini yang dapat memisahkan kita . . ugh~ sampai jumpa besok ! walaupun ku tak relaa~~ saylalalalaaa~~” si Saga nyanyi nyanyi lagu ga jelas .*lebuaaaaaaai*

***

“Shou ! !” teriak Hiroto.

“oi ! lama amat sih Pon ! kemane aje ? ?” Shou menghampiri Hiroto sambil makan es doger *cih ! ganteng genteng doyannya es doger !*.

“ehehee . . gomen gomeen” ucap Hiroto sambil garuk garuk kepala.

“si Saga mana ?”

“huh. Biasalaaah~ ama Ruki . .”

“huh. Dasar Saga. Tapi yauda sih ! latian juga masih 2 jam lagi . . nyok temenin guw ke PIM dulu ! guw mo beli kacamata ‘sarang burung’ buat manggung ntar” Hiroto cuman angguk angguk.

***

“wuiiiih~~~ ni cardigan keren banget ! ! iya kan Pon ? ?” Shou nunjukin cardigan hijau kotak kotak kepada Hiroto.

“...”

“pon ?”

“...”

dengan sepontan [ato emang doyan] Shou langsung nampar pipi Hiroto. “WOI HIROTO ! !”

“EMAAAK ! JANGAN TAMPAR AKUU !” Hiroto triak roso banget.

“sssth !” Shou ngebekep mulut Hiroto pake keteknya. “norak lu ! jangan treak treak ah ! diliatin orang tauk ! disangka ntar guw bawa orang gila ke dalem mol ntar ! !”

“huuft . . hommen hommen . . nya uhaa~~ manghanya hefashin huwee~, heffek lhuu fhuauu~~ (baca : gomen gomen .. yauda~ mangkanya lepasin guw, ketek lu bau~)” ucap Hiroto yang mukanya uda berubah jadi ungu keak cumi cumi *emang cumi cumi warna ungu ? ?*

“ehehe. Gomen bro’ hari ini guw lupa pake deodoran !” cengir Shou sambil melepaskan dekapanny. Hiroto buru buru mencari udara segar.

Akhirnya mereka lanjut berjalan jalan menyusuri etalase toko di PIM. Tapi Hiroto sama sekali tidak tertarik pada barang barang bagus di etalase toko. Bayangannya hanya tertuju pada Akari, anak pindahan yang cantik dan manis yang menyekap jiwa raga lahir batinnya *aka jangan ganjeeen ! !*, ia bahkan tidak peduli saat Shou menawari es krim coklat kesikaannya.

-Akari oh Akariii~~~ andaikan kau ada disini . .- batin Hiroto. Tiba – tiba . . .

BUGH ! dengan manis Hiroto menabrak orang di sebelahnya. Seketika saja orang itu terjatuh dengan gerakan Slow Motion *lebai dah~*

“itai !” teriak orang itu.

“g-g-gomen ! hontou ni gomenasai !” Hiroto langsung memalingkan mukanya dan membantu orang itu berdiri.

“elu sih poon~ mangkanya kalo jalan liat – liaat . .” ucap Shou yang berdiri di sebelahnya.

“aduuh~~ anda gapap...”

tiba tiba saja badan Hiroto langsung membeku dan jantungnya berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang *keak lagu ye ?* karena orang yang bari saja di tabraknya barusan adalah . . . *drumroll* . . . Akari, si anak baru di kelas Aoi dan Ruki [yang ditaksir Hiroto]. “...a-a-a-Akari ? ! ? !” lanjutnya.

“what the ? ? kamu kenal aku ? ?” Akari tampak kebingungan.

“hehe. y-ya kenal lah ! ! si-siapa sih yang ga kenal kamu ? ? kamu pan terkenal !” ucap Hiroto.

“guw ga kenal tuh . . .” ucap Shou cuek sambil minum capucchino yang baru saja di beli-nya d Starbucks.

JEPPP ! ! dengan kecepatan melebihi shinkansen, Hiroto langsung menginjak kaki Shou.

“itaaai !” Shou teriak pelan.

“temen lu kenapa ?” Akari garuk garuk kepala.

“errr . . ituu~ pantat-nya di coel’ mas mas” Hiroto jawap asal. Shou ngedumel sendiri.

“jadi~ lu kenal guw ?” Hiroto angguk angguk.

“dan lu tau nama guw ?” Hiroto angguk angguk.

“tapi kita belon pernah berkenalan ?” Hiroto angguk angguk lagi.

“berarti elu stalker dong ?” Hiroto angguk ang... “EEEEH ! ! bukaaaan ! ! guw bukan stalkeeer ! !” Hiroto langsung geleng geleng.

“hmft” Akari tersenyum simpul. “kamu lucu juga yah !”

serasa mendapatkan tanda tangan Miyabi, hati Hiroto begitu berbunga – bunga.

“waduh gaswat ! si Pon mau terbang ! ! mana tali mana tali ! !” ejek Shou sambil so’ sibuk nyari nyari tali.

“hahaha . . .” Akari tertawa.

“oio, lu sendirian aja ?” tanya Shou. “mau jalan bareng kita ngga ?”

DEGG ! ! Hiroto tiba tiba menegak *badannya~~ bukan ‘pisang’-nyaa . . aka jangan ngeres !*, badannya menjadi dingin keak di kutup. –aduh ! si mata iguana ini~~ mgapai sih ajak ajak dia ? guw belon siap mental niih !- Hiroto panik sendiri.

“heeem~~ boleh deh. Kebetulan gi bosen di rumah” ucap Akari sambil meng-iya-kan.

“sepp. Aio jalan ! oiya, nama guw Shou. Salam kenal . .” ucap Shou sambil so’ imut. “kalo yang di sana namanya Hiroto, dipanggil-nya Pon . . . . Pon, aiooo~ jangan diem ajah ! guw mesti nyari kacamata nih ! !” sambil melambaikan tangan ke Hiroto yang masih diam di tempat.

***

Back to Home Back to Top Zealotus. Theme ligneous by pure-essence.net. Bloggerized by Chica Blogger.